Sukses Alumni
Lie Swat Hiang - alumnus SMA Kristen Petra Embong Wungu 1965
Teringat betul, masa-masa itu adalah masa-masa yang cukup sulit. Banyak alumni yang eksodus untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, yaitu ke Jerman. Banyak dari antara mereka yang meraih sukses di negeri orang, seperti Bapak Oei Tien Hay seorang dokter spesialis radiologi yang memiliki banyak paten untuk karya-karyanya. Saat di SMA, ibu yang satu, ini termasuk siswa yang cerdas dan menjadi bintang kelas. Teringat dalam ingatannya, saat itu PPPK Petra memiliki empat kelas dengan kapasitas empat puluh orang. Ia begitu terkesan dengan salah satu pendidik, yaitu Ir. Lie Tjoan Kwan, seorang guru matematika yang pandai dan brillian dan menjadi panutan bagi siswa. Ir. Lie Tjoan Kwan adalah salah satu arsitek Tugu Pahlawan Surabaya. Rasa terima kasih ia sampaikan kepada Bapak Suwandi (salah satu pengurus PPPK Petra), yang pada saat itu sebagai guru bahasa Jerman yang cukup banyak membantu memberikan referensi (buku-buku dan lagu-lagu folk song).Ia berharap, kualitas pendidikan yang telah diterapkan dengan baik di PPPK Petra, dipertahankan dengan tetap memperhatikan unsur-unsur moralitas dan kekristenan, sebagai bekal yang sangat dibutuhkan bagi generasi mendatang.
Sebelumnya ibu yang juga lulusan Universitas Airlangga ini berprofesi sebagai dokter gigi. Kemudian, sejak tahun 1967, bersama-sama dengan keluarga merintis di bidang usaha bumbu masakan instan dengan merek 'Bamboe' yang telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia dan bagi para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Ia mengemukakan bahwa dengan adanya IKAPETRA, secara tidak langsung akan dapat terjalin relasi usaha antaralumni.
Ia menyambut baik terbentuknya IKAPETRA, sehingga menjadi wadah resmi dari alumni PPPK Petra. Keterbukaan dan tata kelola yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk menunjang program-program yang ada pada IKAPETRA. Alumni dapat belajar dari pengalaman alumni PPPK Petra yang telah meraih keberhasilan melalui wadah IKAPETRA.
Ario Karijanto - alumnus SMA Kristen Petra Embong Wungu 1965
Saya mengucapkan terima kasih kepada PPPK Petra, atas pendidikan yang telah diberikan kepada seluruh siswa, budaya kedisplinan, dan atmosfer pendidikan yang diciptakan sedemikian rupa, sehingga siswa merasa nyaman untuk mengenyam pendidikan di PPPK Petra.
Dan mungkin karena dari salah satu yang saya sebutkan di ataslah, kini saya memiliki usaha keluarga yang cukup berkembang di bidang pelayananan jasa pemakaman. Dari awalnya lokasi usaha yang terletak di Jalan Dinoyo No. 94-96, Surabaya, kini saya juga melebarkan usaha ini dengan membuka cabang di Ruko Gading Fajar II B6-17, Sidoarjo. Salah satu prinsip yang ada dalam usaha keluarga kami adalah, seluruh anggota organisasi perusahaan (dari jajaran paling atas sampai jajaran paling bawah) haruslah ikut menyumbangkan nama baik yang berintegritas tinggi dalam pandangan mata masyarakat luas. Artinya, harus aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial di lembaga-lembaga nonprofit, seperti: rumah sakit, panti asuhan, gerejawi (diakonia), dan beberapa perkumpulan lainnya.
Drs. Devie, Ak.
Sekilas jika kita melihat wajah beliau, tidak akan tampak bahwa usianya sudah lebih dari empat puluh tahun. Pembawaan yang percaya diri, membuktikan bahwa ia adalah sosok yang optimis dalam segala hal. Dia adalah Drs. Devie, Ak., alumnus PPPK Petra dari SMA Kristen Petra 3 angkatan tahun 1987, yang juga merupakan lulusan terbaik seangkatannya saat itu. Ia bangga menjadi alumnus PPPK Petra, karena menurutnya lulusan PPPK Petra pastilah mempunyai dedikasi yang tinggi, kreativitas yang lebih, dan bisa lebih survive jika terjun di masyarakat.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra yang sudah dikaruniai dua orang putri ini, memiliki segudang kesibukan menjadi dosen di Universitas Kristen Petra dan Kepala Jurusan Akuntansi, yang telah dirintisnya sejak tahun 1994 sampai tahun 2000. Selama menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi sejak tahun 2002, Bapak Devie banyak sekali mencetuskan program-program yang bermutu, seperti Tourism and Management Programmes, Marketing Programmes, dan program-program lainnya yang mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Pria kelahiran 14 Desember 1968 ini, adalah penulis rubrik "Devie Menjawab" yang dimuat di Harian Jawa Pos, yang membahas seputar dunia finansial dan ekonomi, beliau juga menjadi pencetus diadakannya lomba penulisan opini, sekaligus mencari sosok pahlawan ekonomi di Surabaya.
Sujoko Efferin
Setelan putih hitam dengan dasi merah bermotif garis silang, membuat penampilan dari Drs. Sujoko Efferin, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekomomi Surabaya ini, terlihat menawan. Pembawaan yang tenang dan kalem, menandakan dia punya dedikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan dan pekerjaannya. Keramahan khas orang Indonesia tampak di setiap senyuman wajahnya. Lulusan SMP Kristen Petra 2 tahun 1985 dan SMA Kristen Petra 2 di tahun 1988 ini, mendapatkan gelar S1 di Universitas Surabaya tahun 1992, dan sejak tahun1993 menjadi dosen. Dia mendapatkan dua gelar S2 di Wollongong NSW Australia dalam bidang Accounting, dan bidang Social Research Methods di University of Manchester. Sedangkan gelar S3 Accounting, beliau dapatkan di Manchester Business School. Sejak tahun 2003, beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi (Fakultas Ekonomi). Dan sejak saat itu, ia mengembangkan jaringan dengan dunia bisnis dalam bentuk layanan pelatihan training dan research business. Hubungan dan partnership dengan universitas luar negeri pun semakin banyak dan luas.
Johan Leonard
Dengan senyum hangat dan ramah, menunjukkan kalau dia adalah termasuk orang yang sederhana dalam penampilan. Tetapi di balik itu, dia adalah seorang profesional muda yang cukup sukses. Namanya Johan Leonard, alumnus PPPK Petra dari SMA Kristen Petra 2 tahun 2000 ini, menekuni karier di bidang civil engineering. Pada usia yang masih relatif muda, dia sudah dipercaya untuk menduduki posisi sebagai senior engineer di Thornton Tomasetti, sebuah perusahaan konsultan ternama yang berbasis di New York, USA, yang bergerak di bidang desain bangunan, seperti bangunan pencakar langit dan stadion.